Aku sering berpikir bagaimana aku bisa menunjukkan sesuatu yang membuat orang bangga padaku. Sampai pada akhirnya aku memaksakan kehendak, berusaha melakukan semaksimal mungkin, tapi malah gagal. Akhirnya aku terpuruk
Dan tiba-tiba aku melihat seseorang melakukannya lebih baik daripada yang kulakukan. Semua orang memujinya. Aku iri? Tentu. Darisitu aku berpikir, aku tidak melakukan apa yang aku inginkan waktu itu, melainkan melakukannya supaya orang merasa bangga padaku,
Kalau kamu tidak bisa melakukan yang terbaik, minimal lakukanlah yang kamu sukai dulu.
Sabtu, 28 Desember 2013
Minggu, 22 Desember 2013
Misel: My Hottest Guy
Orang mengatakan, ketika kita sedang jatuh cinta, segala sesuatu tampak indah..
Tapi menurutku, ketika kita benar-benar jatuh cinta, kita tidak dapat menemukan apa-apa yang lebih indah dari cinta kita.
******
Argh! Sikat gigikuuu!! Bocah kecil sialan itu memakainya lagi. Aku paling benci jika ia menyentuh barang-barangku, terutama yang berada di kamar mandi. Plis, itu sensitif banget. Sikat gigi ini salah satunya, aku jijik membayangkan dia yang baru bangun tidur lalu membersihkan giginya dengan sikat gigiku untuk menghilangkan - iyuh - 'itu' - oh Tuhan!
"BEDEBAH!!"
Sabtu, 12 Oktober 2013
Before You (END)
"Guys... kenalin..." aku menggandeng Fian sampai ke meja dimana aku, Misel dan Karra duduk. Karra melongo, apalagi Misel. Aku bisa merasakan hawa kekaguman mereka, apalagi Fian masih mengenakan seragamnya, walau dibalut dengan jacket kulit hitam. Sudah keberapa kalinya kukatakan, kalau Fian dan seragamnya itu perpaduan yang sempurna sekali. "Ini Fian!" lanjutku yang sengaja menggantung kalimatku tadi. Karra berkedip dua kali, Misel? Uh aku tak tahu berapa liter air liur yang mengalir dari mulutnya.
Something
Saat itu awan kelabu menghiasi latar tempatku terduduk manis bersama Langit. Di bukit ilalang ini aku biasa bertemu dengannya, dan tentu saja pada hari sabtu. Langit bilang, hanya hari itu dia bisa bertemu denganku.
“Langit akan padam… ayo kuantar pulang!” dia berdiri sambil menyodorkan tangannya padaku. Dengan hati-hati aku mengangkat tubuhku yang di bantu olehnya, dia merangkul pinggangku dan membantuku berjalan karena saat itu aku tak membawa tongkat. “Hati-hati..” ujarnya lembut.
Aku tersenyum. Laki-laki yang mengesankan, dia memberikan tangan, lengan dan bahunya untukku menyuarakan keluh kesahku. Telinganya selalu setia mendengarkanku, mulutnya selalu terdengar manis didepanku, matanya selalu teduh menatapku, bahunya dengan senang hati ia berikan untukku bersandar, lengannya selalu memelukku dan tangannya selalu mengusap airmataku.
Before You
Aku melirik arlojiku, waktu sudah hampir maghrib tetapi kereta yang dijanjikan announcer akan
datang pukul 17: 35 tak kunjung datang. Masalahnya bukan hanya keterlambatan
ini saja, melainkan langit diatas sana sudah memasang aba-aba akan memuntahkan
hujannya.
Bagaimana ini?
Kondisi di stasiun Bogor saat ini sangat amat tidak
menyenangkan. Padat dan pengap dipenuhi oleh ribuan massa yang ingin pulang ke
Jakarta. Padahal ini hari kerja, tapi bisa ramai seperti ini. Pasti karena
penurunan harga tiket CL yang sangat drastis sekaligus penghapusan kereta
ekonomi jurusan Jabodetabek.
BYURR!!!
Look! Sooo SHIT!
Langganan:
Komentar (Atom)
