Minggu, 31 Mei 2015

Saturday Morning




Laki-laki itu berdiri di depan pagar berwarna hitam legam dengan ukiran berwarna emas di tengahnya. Ia memakai kemeja abu-abu, celana levis dan sepatu boots Dr. Martens berwarna coklat. Tas hitam melingkari tubuhnya, lalu dilepaskan ketika aku muncul didepan pintu rumah.

Aku tersenyum

Ia tersenyum.

Namun bukan senyum seperti biasanya. Wajahnya terlihat tidak segar, bawah matanya menghitam dan sangat terlihat sekali kalau ia kelelahan. Ku persilahkan ia duduk dikursi teras. Tempat dimana biasanya kami bercanda dan berbagi cerita.

“Eh pakai kemeja…” aku mencoba bersikap seperti biasa. Ia tersenyum. Sedari dulu aku sangat ingin melihatnya memakai kemeja. Tapi ia bilang gak PD kalau cuma berkencan harus memakai kemeja. Ia terbiasa memakai polo shirt atau T-shirt

“Iya, kan kamu mau liat aku pakai kemeja” ucapnya sambil tersenyum. Dan senyumnya berbeda dari biasanya, ada beban di sana. Kami berdua, hari ini tersenyum memang tidak seperti biasanya. “Jangan nangis..” lanjutnya sambil mengusap pipiku. Aku tersenyum dan menggeleng.