Minggu, 31 Mei 2015
Saturday Morning
Laki-laki itu berdiri di depan pagar berwarna hitam legam dengan ukiran berwarna emas di tengahnya. Ia memakai kemeja abu-abu, celana levis dan sepatu boots Dr. Martens berwarna coklat. Tas hitam melingkari tubuhnya, lalu dilepaskan ketika aku muncul didepan pintu rumah.
Aku tersenyum
Ia tersenyum.
Namun bukan senyum seperti biasanya. Wajahnya terlihat tidak segar, bawah matanya menghitam dan sangat terlihat sekali kalau ia kelelahan. Ku persilahkan ia duduk dikursi teras. Tempat dimana biasanya kami bercanda dan berbagi cerita.
“Eh pakai kemeja…” aku mencoba bersikap seperti biasa. Ia tersenyum. Sedari dulu aku sangat ingin melihatnya memakai kemeja. Tapi ia bilang gak PD kalau cuma berkencan harus memakai kemeja. Ia terbiasa memakai polo shirt atau T-shirt
“Iya, kan kamu mau liat aku pakai kemeja” ucapnya sambil tersenyum. Dan senyumnya berbeda dari biasanya, ada beban di sana. Kami berdua, hari ini tersenyum memang tidak seperti biasanya. “Jangan nangis..” lanjutnya sambil mengusap pipiku. Aku tersenyum dan menggeleng.
Selasa, 10 Maret 2015
Surat Cinta Hari ke 90
#Latepost
Kenangan dan hari ini serupa kertas yang dijatuhkan api. Ia akan habis berganti abu, yang kemudian ditiupkan angin dimusim semi.
Tapi sebuah kisah tetaplah memori yang tak lekang termakan waktu, tak usang terbakar api. Hanya akan tergantikan oleh hari ini.
Aku serupa lembar baru berlatar putih pada buku hidupmu.
Perlahan menorehkan tinta kisah cerita kita.
Tak ada lagi sepi, sendiri, kenangan, ataupun luka.
Sebab sekarangmu adalah tugasku. Sedang sisa kenangan masa lalumu hanya sampah dimataku.
Hanya menunggu gelungan ombak menyeretnya pergi.
Lenyap
Hilang
Sendiri
Rabu, 18 Februari 2015
Unknown Story
Berharap punya tombol Delete dalam hidup biar bisa hapus orang-orang yang gak penting disekeliling gue.
-Elbi
******
"Princess Navi heartbreak.Out of the blue, she meets Prince Elbi (Who-was-stunning-as-always)
And what happens when theirs friendship evolves into something else?"
"Objection! Navi never broken heart!"
"Really?"
Langganan:
Komentar (Atom)