Minggu, 14 Agustus 2016

Langit yang Gerimis

This is just a quick outline of what the story will be a like **********
Sora told, when I was born I smiled a lot. But my mother cry. I never know who is my father and where. And now, I never know where is my mother too.
“Kelas hari ini selesai. Pesan saya, kalian harus terus hati-hati di mana pun kalian berada. Dan saya harap kalian tidak perlu khawatir lagi tentang masalah yang menimpa teman sekelas kalian karena pihak sekolah sudah menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. ”
Bel pulang berbunyi bertepatan dengan berakhirnya jabaran nasehat dari pak Bambang, guru bahasa Indonesia. Semua murid bergegas pulang, seperti tidak ingin berlama-lama di kelas yang mendadak dipenuhi oleh energi negatif. Sedangkan di luar masih gerimis.
Sudah tiga hari berturut-turut matahari enggan menyapa, suasana seperti dirundung duka. Mendung dan gerimis seolah-olah menambah ke suraman suasana sekolah.

Minggu, 31 Mei 2015

Saturday Morning




Laki-laki itu berdiri di depan pagar berwarna hitam legam dengan ukiran berwarna emas di tengahnya. Ia memakai kemeja abu-abu, celana levis dan sepatu boots Dr. Martens berwarna coklat. Tas hitam melingkari tubuhnya, lalu dilepaskan ketika aku muncul didepan pintu rumah.

Aku tersenyum

Ia tersenyum.

Namun bukan senyum seperti biasanya. Wajahnya terlihat tidak segar, bawah matanya menghitam dan sangat terlihat sekali kalau ia kelelahan. Ku persilahkan ia duduk dikursi teras. Tempat dimana biasanya kami bercanda dan berbagi cerita.

“Eh pakai kemeja…” aku mencoba bersikap seperti biasa. Ia tersenyum. Sedari dulu aku sangat ingin melihatnya memakai kemeja. Tapi ia bilang gak PD kalau cuma berkencan harus memakai kemeja. Ia terbiasa memakai polo shirt atau T-shirt

“Iya, kan kamu mau liat aku pakai kemeja” ucapnya sambil tersenyum. Dan senyumnya berbeda dari biasanya, ada beban di sana. Kami berdua, hari ini tersenyum memang tidak seperti biasanya. “Jangan nangis..” lanjutnya sambil mengusap pipiku. Aku tersenyum dan menggeleng.

Selasa, 10 Maret 2015

Surat Cinta Hari ke 90


#Latepost


Kenangan dan hari ini serupa kertas yang dijatuhkan api. Ia akan habis berganti abu, yang kemudian ditiupkan angin dimusim semi.
Tapi sebuah kisah tetaplah memori yang tak lekang termakan waktu, tak usang terbakar api. Hanya akan tergantikan oleh hari ini.

Aku serupa lembar baru berlatar putih pada buku hidupmu.
Perlahan menorehkan tinta kisah cerita kita.
Tak ada lagi sepi, sendiri, kenangan, ataupun luka.
Sebab sekarangmu adalah tugasku. Sedang sisa kenangan masa lalumu hanya sampah dimataku.
Hanya menunggu gelungan ombak menyeretnya pergi.
Lenyap
Hilang
Sendiri



Rabu, 18 Februari 2015

Unknown Story






Berharap punya tombol Delete dalam hidup biar bisa hapus orang-orang yang gak penting disekeliling gue.
-Elbi


******


"Princess Navi heartbreak.Out of the blue, she meets Prince Elbi (Who-was-stunning-as-always)
 And what happens when theirs friendship evolves into something else?"

"Objection! Navi never broken heart!"
"Really?" 


Jumat, 03 Januari 2014

Aku Berada Dimana?



Apa ini di Mars? Atau venus? Atau jangan-jangan Neptunus? Kenapa sepanjang jalan cuma lihat manusia dengan tanduk dikepala, bermata tiga, bermulut ganda, dan bertopeng kaca?


Mahkluk itu sedang menjajah bumi, atau aku yang berada di planet mereka?

Sepotong Impian

Dia bukan pangeranmu jika dia tidak menunjukkan padamu bahwa kamu adalah putri pendampingnya.

**********
 

Hujan diluar sana masih terdengar sama, deras dengan rintik bergerombol yang sangat berisik. Sudah beberapa hari ini aku tidak keluar rumah - hujan menghalanginya. Dulu, aku punya teman yang sangat menyukai hujan. Ketika hujan datang bersamanya hendak menjemputku, ia selalu kuyup dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.


Sabtu, 28 Desember 2013

Kesedihan Dibalik Tulisan

Aku sering berpikir bagaimana aku bisa menunjukkan sesuatu yang membuat orang bangga padaku. Sampai pada akhirnya aku memaksakan kehendak, berusaha melakukan semaksimal mungkin, tapi malah gagal. Akhirnya aku terpuruk

Dan tiba-tiba aku melihat seseorang melakukannya lebih baik daripada yang kulakukan. Semua orang memujinya. Aku iri? Tentu. Darisitu aku berpikir, aku tidak melakukan apa yang aku inginkan waktu itu, melainkan melakukannya supaya orang merasa bangga padaku,

Kalau kamu tidak bisa melakukan yang terbaik, minimal lakukanlah yang kamu sukai dulu.